Logo onPers

Atdikbud KBRI Kairo Torehkan Penghargaaan Layanan Pendidikan di Mesi

Rabu, 05 Februari 2025

Kairo – Sebuah prestasi membanggakan di bidang layanan pendidikan datang dari salah satu Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayan (Atdikbud) di luar negeri. Penghargaan tersebut disematkan oleh Universitas Al-Azhar, Cairo dan Council of Ambassadors European Board for Peace, Tolerance, and Sustainable Development kepada Atdikbud KBRI Kairo yang saat ini sedang bertugas, Abdul Muta'ali.

Penghargaan yang diterima oleh Atdikbud KBRI Kairo tersebut sekaligus mempertegas komitmen peningkatan kualitas layanan pendidikan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada peserta didik di luar negeri khususnya di Mesir.

Dalam keterangannya, Atdikbud KBRI Kairo, Abdul Muta'ali, mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan sebuah kehormatan serta pengakuan atas eksistensi Indonesia dalam jalinan kerja sama bidang pendidikan dengan Mesir. “Rektor Universitas Al-Azhar Cairo mengangkat Atdikbud menjadi anggota senat kehormatan universitas. Hal ini semakin memudahkan Perwakilan Indonesia lewat Kantor Atdikbud KBRI Kairo untuk menjalian kerja sama beragam layanan pendidikan dan sektor strategis lainnya,” ungkap Muta'ali.

Sebagai informasi, pada tanggal 17 s.d. 19 Desember 2024 lalu telah berlangsung kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden RI ke Mesir. Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 Organisasi Kerja Sama Ekonomi Delapan Negara Berkembang (Development Eight/D-8). Selain itu, Presiden Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan Grand Sheikh Al-Azhar (GSA) serta memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Indonesia di Mesir.

Selanjutnya, capaian dalam bidang kerja sama, Atdikbud KBRI Kairo berhasil membangun kerja sama dan kolaborasi antara Universitas Al-Azhar Cairo dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam hal ini Badan Bahasa, terkait persetujuan Grand Sheikh Al Azhar berdirinya program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Cairo. 

Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Cairo ini akan menjadi prodi Bahasa Indonesia pertama di Timur Tengah. Di mulai dari Universitas Al-Azhar Cairo, diharapkan di masa mendatang, akan banyak penutur Bahasa Indonesia di berbagai negara di dunia.

Bukan hanya dengan universitas Islam negeri saja, Atdikbud Kairo juga melakukan diplomasi pendidikan dengan kampus-kampus umum negeri lainnya, salah satunya Universitas Indonesia (UI) dengan Universitas Al-Azhar Cairo. Rektor Al-Azhar Cairo Mesir, Salamah Jumah Daud telah menyetujui program double degree program sarjana Sastra Arab UI untuk menyempurnakan kuliahnya selama 1 tahun di Al Azhar Mesir, setelah 3 tahun kuliah di UI.

Kemudian, Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Al-Azhar yang telah berakhir di 2016, “Alhamdulillah pada bulan Juli 2024 setelah hasil negosiasi yang alot berhasil mencapai kesepakatan dan draf MoU telah di paraf kedua belah pihak. Tinggal menunggu waktu penandatanganan,” ucapnya.

Agar tidak terjadi pembludakan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Cairo, Atdikbud melakukan komunikasi yang intens dengan Grand Sheikh Al Azhar, kiranya Al Azhar membuka sekolah dan mendirikan cabang di Indonesia. Sehingga ke depannya, para pelajar Indonesia tidak perlu ke Mesir.

Dalam bidang tata kelola, komunikasi dengan GSA, Rektor Al Azhar, Penasehat GSA bidang mahasiswa asing, Nahla, dan Direktur Jenderal  (Dirjen) Dikdasmen Al Azhar, Ayman Abdul Ghani, juknis dan kesepahaman pengiriman mahasiswa bisa dipahami dan dijalankan dengan lebih bertanggung jawab. Keputusan Rektor Al Azhar terkait kewajiban hadir 75% perkuliahan adalah salah satu upaya tata kelola yang dilakukan. Ketika MoU antara Kemenag RI dengan Al-Azhar diharapkan tata kelola kedatangan mahasiawa Indonesia ke Al-Azhar bisa lebih terkelola dengan baik.

Tak ketinggalan, dari sisi promosi bahasa dan budaya, geliat para pemelajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) semakin meningkat. Hampir di setiap hotel, khususnya bintang 5, di Mesir ditemukan banyak alumni BIPA PUSKIN (Pusat Kebudayaan Indonesia). Selain itu, Nile TV Cairo menyetujui adanya program pembacaan berita berbahasa Indonesia. Sekolah Indonesia Cairo (SIC) juga berhasil meraih penghargaan penampilan terbaik dari 21 negara pada acara World Children Day November 2024.

Mengelola 15 ribu pelajar dan mahasiswa Indonesia di Kairo tentulah tidak mudah. Koordinasi dengan kepala perwakilan RI di Kairo, dengan GSA dan pimpinan Al-Azhar, dengan kementerian terkait di Jakarta, Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), para ketua sehat, dan seluruh gubernur dari 16 kekeluargaan Indonesia gang ada di Mesir ini, seluruh organisasi afiliatif seperti PCI NU, Fatayat, Muslimat, PCIM, Aiasyiyyah, ICMI, PC Persis, dan lainnya terus  erat dilakukan.

Untuk menumbuhkan jiwa NKRI dan integritas akademik, termasuk menembuhkan jiwa pramuka pada level mahasiswa, telah berhasil didirikan  kepanduan Pramuka Pendega. Diskusi dan kajian ilmiah terus dihidupkan.

Forum Doktor Mesir, yang menjadi wadah diskusi dan silaturahim para peserta program S3 di Mesir didesain oleh Atdikbud KBRI Kairo untuk dapat melakukan banyak kajian dan kontribusi  kebangsaan.

Sebagai penutup, menjadi catatan penting, tahun 2024, jumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar Cairo yang lulus tepat waktu 4 tahun naik drastis 30 % dan menjadi wisudawan mahasiswa asing terbaik ranking 1 hingga 3.

Sebagai bentuk syukur dan dokumentasi, Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Cairo mendokumentasikan capaian 2024 tersebut yang dapat dibaca di tautan terpisah.