Blora – Peringatan Hari Pers Nasional 2025 di Provinsi Jawa Tengah, terasa spesial karena dipusatkan di Kota Mustika, Sabtu (15/2/2025). Sebab, selain rumah bagi Pramoedya Ananta Toer, Blora adalah udik dari “Bapak Pers Nasional” Tirto Adhi Soerjo, yang lahir pada 1880 silam.
Tidak sekadar peringatan, para peserta HPN yang terdiri dari pengurus PWI dan para jurnalis serta unsur pemerintah, diajak berpusing-pusing mengelilingi objek wisata dan potensi ekonomi Blora. Sejak Sabtu pagi, mereka diajak menyusuri Blora Creative Space, Goa Trawang, Noyo Gimbal View hingga Klapa Dhuwur Mbah Lasiyo dan mencoba Kopi Santan. Rombongan juga diajak mempromosikan wisata Blora, melalui media telepon pintar.
Hal itu tentu bersinggungan dengan tantangan dan peluang yang dihadapi oleh dunia pers saat ini. Meski diuntungkan dengan hadirnya gawai dan teknologi Akal Imitasi atau Artificial Intelegence (AI) yang memanjakan kinerja jurnalis, namun kerja para kuli tinta justru bertambah.
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Sasongko Tedjo mengatakan, di zaman serba digital, kian memudahkan pendirian media massa berbasis elektronik. Namun demikian, dari sekian banyak media survei Serikat Media Siber Indonesia, hanya sekitar dua persen yang sehat.
Terkait AI, menurutnya memang dapat menjadi alat untuk mempermudah kinerja jurnalis. Namun, bukan berarti menggantikan fungsi jurnalis. “Fungsi wartawan tidak tergantikan. Walau ada AI, tetap harus berpegang pada kode etik jurnalistik. Di situlah fungsi wartawan menerapkan kode etik jurnalistik. Saya kira profesi wartawan tidak akan mati,” tutur Sasongko.
Ditambahkan, pewarta mempunyai peran memvalidasi sebuah informasi yang beredar di platform digital. Harapannya, masyarakat bisa memperoleh kabar yang jernih.
Hal serupa diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jateng, Ema Rachmawati. Menurutnya, ada peran pers dalam ritme pemerintahan daerah.
Menurutnya, pers bisa mendorong agar pemerintah membuat kebijakan, yang lebih berpihak pada rakyat. Oleh karenanya, Ema mengajak agar jurnalis menjadi mitra dalam membuat sebuah kebijakan yang menyejahterakan masyarakat. “Kalau ada teman OPD yang anti, jangan. Karena kita bisa berteman dengan jurnalis, karena bisa mempengaruhi kebijakan dari dalam, maupun mempengaruhi orang terhadap kebijakan kita,” ucapnya.
Namun demikian, ia juga mengajak jurnalis menjalani profesinya secara berintegritas. Sesuai dengan tema HPN 2025 Jateng Membangun Wartawan Berakhlak, Membangun Fondasi Negeri.
Terkait perubahan pola konsumsi informasi yang kini dimudahkan oleh teknologi, Ema mengajak hadirin mau membuka diri. Karena, saat ini presentase generasi muda yang lahir di atas 1981-2017(Gen-Y dan Gen-Z) berjumlah 68 persen. Sementara Baby Boomers (lahir 1946-1964) hanya tinggal sekitar 10-25 persen.
Tidak hanya teknologi, para generasi tua pun diminta beradaptasi dengan pola kerja generasi saat ini, yang cenderung luwes. “Bagaimana kita sebagai pemerintah memberikan kepada anak-anak Gen Z dan Gen Y. Peran yang sangat strategis bagi pers, untuk menggelindingkan isu IT dan AI yang mulai didengungkan anak-anak muda,” imbuhnya.
Bupati Blora Arief Rohman, menyambut positif gelaran HPN yang diselenggarakan di Pendapa Rumdin. Dia mengingatkan bagaimana perjuangan seorang Tirto Adhi Soerjo, yang dapat dijadikan teladan bagi insan pers kini. “Kita, pemda juga harus terbuka terhadap saran, masukan dan kritik dari pers. Karena sehebat apapun kita bekerja, kita tidak dianggap kalau tidak diberitakan. Marilah kita jadikan pers mitra strategis bagi kita,” pungkas Arief.
Copyright © onPres. All Rights Reserved