Logo onPers

Tukar Guling Proyek Strategi Nasional

Rabu, 05 Februari 2025

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar seluruh Proyek Strategi Nasional (PSN) era Jokowi dievaluasi. Hal ini diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ini merebak pasca ramai dengan kasus Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang belakangan ramai dikaitkan dengan pagar laut yang tidak memiliki izin di perairan Tangerang, Banten yang merupakan PSN di era presiden ke-7 Jokowi."Betul (Prabowo minta dievaluasi). Beliau meminta kita benar-benar mereview dengan baik," kata pria yang akrab disapa AHY. 

Pasalnya setelah menuai banyak sorotan, proyek-proyek ini disinyalir sebagai proyek upah atas kesediaan para konglomerat yang mau investasi di IKN. Hal ini pula pernah diutarakan oleh Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyoroti masuknya 2 proyek konglomerat RI  Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Bumi Serpong Damai Tbk, atau BSD dalam daftar 14 daftar PSN baru yang telah disepakati pemerintah pada tahun 2024 tersebut masuk dalam daftar PSN baru sebagai, langkah semacam 'upah' atas investasi bos properti itu ke IKN. Diketahui beberapa di antaranya merupakan pengembangan proyek milik konglomerat RI yang sebelumnya berinvestasi ke Ibu Kota Nusantara. 

Senada, Direktur Kebijakan Publik dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyu Askar menyebut banyak PSN yang tidak melewati analisis kebijakan yang matang serta marginal cost lebih besar daripada marginal benefitnya.

Pemilihan PIK dan BSD sebagai PSN, sambung dia, lebih kental sebagai balas budi Jokowi terhadap investor yang selama ini mendukung Jokowi termasuk pembangunan IKN. Sinar Mas dan Aguan jelas mendapatkan manfaat langsung dari penetapan PIK dan BSD sebagai PSN, mulai dari kenaikan saham hingga perizinan. "Oligarki ekonomi dan tukar guling proyek seperti ini sangat berbahaya karena rentan maladministrasi dan korupsi. Meskipun proyek ini tidak dibiayai langsung APBN, tapi penunjukan proyek untuk kepentingan kelompok tertentu dapat menciptakan distorsi dalam pasar dan menghambat persaingan yang sehat," ujarnya.

"Akibatnya, semua pemain ekonomi akan berpikir untuk melakukan transaksi dan manuver politik kotor demi mendapatkan ceruk kue ekonomi," tambahnya.

Dan benar adanya pasca purnanya Jokowi hal ini diungkap langsung oleh Aguan sendiri menyebutkan kalau dirinya investasi ke IKN karena mencuci nama Presiden Jokowi. Hal itu diungkapkan saat dirinya wawancara dengan Tempo dimana Sugianto Kusuma atau Aguan,  menyebutkan kalau investasi di IKN untuk menyelamatkan wajah Presiden Ke-7 Joko Widodo.

Sementara itu, Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai keputusan Prabowo untuk mengkaji ulang PSN era Jokowi bukan sebagai upaya sang presiden menjauhi Jokowi. “Ini bukan tentang apakah Prabowo ingin menjauhi Jokowi, ataukah ini adalah eranya Pak Jokowi ditinggalkan oleh Pak Prabowo. Bukan begitu,” kata Hensa kepada wartawan.

Ia melihat, setiap presiden yang berkuasa pasti memiliki program-program yang diprioritaskan. Program-program tersebut juga, kata Hensa, pasti akan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada, seperti finansial dan kebutuhan negara. “Saya yakin setiap program pemerintah selalu ada masanya. Jadi pada saat masa Presiden Jokowi, ya PSN-nya harus seperti itu. Harus seperti yang sudah ditetapkan,” ucap Hensa.

Adaun beberapa proyek PSN di era Jokowi diantaranya ; Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang; Proyek North Hub Development Project Lepas Pantai Kalimantan Timur; dan Pengembangan Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate Sulawesi Tengah. Kemudian, Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang; Pengembangan Kawasan Industri Giga Industrial Park, Sulawesi Tenggara; Pengembangan Kawasan Industri Kolaka Resource, Sulawesi Tenggara; dan Pengembangan Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara.

Lalu, Pengembangan Kawasan Pesisir Surabaya Waterfront; Pengembangan Kawasan Neo Energy Morowali, Sulawesi Tengah; Pengembangan Kawasan Industri Toapaya Bintan, Riau. Pengembangan Jalan Tol di Section Harbour Road II Jakarta Utara. Serta Pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung.

Adapun kawasan PIK, khususnya PIK 2, dikembangkan oleh Agung Sedayu Group milik Sugianto Kusuma alias Aguan. Sementara itu BSD City dikelola oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang berada di bawah Sinar Mas Land.